Industri Ekstraktif dan Sektor Keuangan: Menengok Masa Lampau, Menatap Masa Depan

Foto oleh Hijauku.com

Industri ekstraktif didefinisikan dengan cara yang berbeda-beda.  Ada yang memasukkan segala ekstraksi (pengambilan) sumberdaya alam sebagai bagian dari industri ini; ada pula yang sekadar memasukkan pengambilan material dari dalam Bumi.  Pendapat yang belakangan ini lebih banyak dianut.  Konsekuensinya, industri ekstraktif dipandang mencakup minyak dan gas serta pertambangan saja.  Extractive Industries Transparency Initiative, sebuah inisiatif paling terkemuka di bidang ini, juga hanya memasukkan migas dan tambang sebagai bagian dari industri ekstraktif. Demikian juga ketika World Bank Group mendefinisikannya dalam Extractive Industries Review.

Dampak industri ekstraktif sendiri sudah sangat diketahui.  Sejak dekade 1990an, dunia dipenuhi dengan berbagai studi kasus dan analisis yang lebih luas tentang industri ini.  Kulminasinya adalah pada Extractive Industries Review, yang diselenggarakan pada tahun 2004.  Laporan kegiatan tersebut, Striking a Better Balance, menunjukkan bahwa industri migas dan tambang hingga periode tersebut telah menimbulkan ketimpangan dalam risiko dan manfaat.  Risiko terbesar ditanggung oleh mereka yang berada di tempat di mana sumberdaya alam diambil (masyarakat dan negara), sementara manfaat terbesar dinikmati oleh mereka yang mengambilnya (perusahaan dan investor).

Rahmawati Retno Winarni – Direktur Eksekutif

Jalal – Penasihat Keuangan Berkelanjutan

Transformasi untuk Keadilan Indonesia

20180118 – Winarni, Jalal_Industri Ekstraktif dan Sektor Keuangan