5 Maret 2026 2 menit

Jejak Luka di Tanah Nikel: Cerita dari Lingkar Industri IWIP

Penelitian ini lahir dari kegelisahan yang semakin nyata: di tengah narasi besar transisi energi global dan ambisi Indonesia menjadi pemain utama dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia, muncul pertanyaan mendasar tentang siapa yang sesungguhnya memperoleh manfaat, dan siapa yang menanggung beban dari proses tersebut.

Sebagai organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada transformasi tata kelola sumber daya alam dan sistem keuangan agar lebih adil dan berkelanjutan, TUK INDONESIA memandang bahwa hilirisasi nikel tidak bisa semata-mata diukur dari nilai Investasi, kapasitas produksi, atau posisi Indonesia dalam peta global. Lebih dari itu, hilirisasi harus dinilai dari sejauh mana ia melindungi hak masyarakat, menjaga daya dukung ekologis, serta memastikan nilai tambah strategis benar-benar tinggal di dalam negeri.

Melalui pendekatan ketelusuran rantai pasok (traceability), penelitian ini berupaya menelusuri perjalanan nikel dari tambang hingga ekspor, sekaligus merekam dinamika sosial-ekologis yang terjadi di lingkungan industri Indonesia, Weda Bay Industrial Park (IWIP), Temuan-temuan dalam laporan ini menunjukkan bahwa di balik ambisi transisi hijau global, terdapat paradoks yang serius: ekspansi industri nikel berlangsung cepat, tetapi tata kelola, transparansi, dan perlindungan terhadap masyarakat serta lingkungan masih tertinggal

Laporan ini bukanlah upaya untuk menolak transisi energi. Sebaliknya, kami percaya bahwa transisi energi adalah keniscayaan. Namun, transisi tersebut harus berkeadilan, la tidak boleh dibangun di atas degradasi lingkungan, konflik lahan, kriminalisasi warga, maupun kerentanan pekerja

Kami berharap penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan, pelaku industri, lembaga keuangan, akademisi, serta masyarakat luas untuk mendorong reformasi tata kelola industri nikel di Indonesia, mulai dari penguatan transparansi rantoi pasok, perlindungan pulau-pulau kecil, penegakan hukum lingkungan, hingga redistribusi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

UNDUH PUBLIKASI


TuK Indonesia

Editor

Scroll to Top