15 Oktober 2026 2 menit

Laporan Global Banking on Biodiversity Collapse 2026

Mengikuti musim panas yang diwarnai gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran di seluruh Eropa, prakiraan munculnya El Niño “super” menjadi peringatan bagi negara-negara tropis tentang potensi mulainya musim kebakaran paling ekstrem sepanjang dekade terakhir. Tingkat kebakaran yang terjadi tahun ini sudah tergolong parah, dengan area terbakar di Indonesia dan Brasil yang lebih luas ketika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Namun, kebakaran-kebakaran ini bukan murni kejadian bencana alam, melainkan sebuah konsekuensi yang bisa dihindari akibat dari melemahnya perlindungan sosial dan lingkungan, terganggunya pengelolaan lahan oleh Masyarakat Adat dan komunitas tradisional, serta model produksi ekstraktif yang terus-menerus mengikis daya tahan ekosistem.

Laporan kajian tahun ini terhadap kebijakan keberlanjutan bank di berbagai sektor komoditas pertanian menunjukkan bahwa bank-bank yang menyalurkan kredit berisiko tinggi terbesar masih belum memiliki perlindungan (safeguards) yang memadai untuk memitigasi risiko kerusakan lingkungan dan sosial yang serius. Penilaian ini mengukur cakupan dan kekuatan kebijakan bank yang tersedia untuk publik; penilaian ini tidak menetapkan apakah kebijakan tersebut diterapkan secara konsisten atau benar-benar telah mencegah kerugian dalam praktiknya.

Melanjutkan laporan Mining & Money kami tahun lalu, laporan ini memfokuskan analisisnya pada peran sektor keuangan dalam pertambangan logam/mineral di negara-negara tropis yang kaya hutan. Meningkatnya ketidakstabilan geopolitik, militerisasi, guncangan pasokan energi, dan ekspansi infrastruktur AI mendorong lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya atas mineral seperti tembaga, litium, kobalt, dan unsur tanah jarang, seiring pemerintah dan perusahaan berlomba mengamankan rantai pasok.

Unduh Laporan Lengkap (Bahasa Inggris)

This post is also available in: English


TuK Indonesia

Editor

Scroll to Top