HSBC menerbitkan kebijakan 'Tidak Deforestasi'

Bank-bank global perlu ikut menyelamatkan hutan hujan Indonesia
HSBC menerbitkan kebijakan tidak deforestasi, tanpa gambut, tdak eksploitasi, mencakup pembiayaan perusahaan-perusahaan minyak sawit. Langkah oleh HSBC – bank terbesar Eropa dan penyandang dana terbesar perusahaan-perusahaan minyak sawit – mengikuti sebuah investigasi oleh Greenpeace yang menghubungkan HSBC terhadap perusahaan-perusahaan yang merusak hutan hujan Indonesia. Menurut website ForestsandFinance.org, HSBC investasi hampir USD 1.4 miliar dalam bentuk hutang dan penjaminan dalam perusahaan-perusahaan minyak sawit yang beroperasi di Asia Tenggara, antara tahun 2010 dan 2016.
Dalam kebijakannya yang baru, HSBC telah membuat komitmen yang lebih kuat untuk menolak pembiayaan bagi perusahaan-perusahaan yang membuka hutan dan lahan gambut. Jika diadopsi seluruh sektor perbankan, kebijakan tersebut akan memainkan bagian dalam mengakhiri peran bank-bank dalam membiayai perusahaan-perusahaan sawit yang merusak.
Kebijakan baru tersebut akan mewajibkan pelanggan-pelanggan HSBC untuk:

  • Berjanji melindungi hutan alam dan gambut setelah 30 Juni 2017.
  • Identifikasi dan melindungi hutan dan gambut dalam perkebunan baru sebelum memulai pembangunan kebun baru.
  • Menyediakan verifikasi independen janji-janji Tidak Deforestasi, Tanpa Gambut dan Tidak Eksloitasi sampai 31 Desember 2018.

HSBC sedang mengambil peran terdepan dengan inisiatif ini, tetapi bank-bank perlu untuk ikut serta menyelamatkan hutan hutan Indonesia.

This post is also available in: English

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *