Daftar bank di Indonesia

Informasi singkat tentang bank di Indonesia

Artikel ini dikutip dan diedit dari http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_bank_di_Indonesia sesuai dengan kebutuhan redaksional tanpa bermaksud mengurangi substansi.

Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.[1]

Kecuali disebutkan tersendiri, seluruh bank di bawah ini memiliki kantor pusat di Jakarta.

Bank sentral

Bank Indonesia (BI, dulu disebut De Javasche Bank) adalah bank sentral Republik Indonesia. Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Untuk mencapai tujuan tersebut BI didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Ketiganya perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien. Setelah tugas mengatur dan mengawasi perbankan dialihkan kepada Otoritas Jasa Keuangan, tugas BI dalam mengatur dan mengawasi perbankan tetap berlaku, namun difokuskan pada aspek makroprudensial sistem perbankan secara makro.

BI juga menjadi satu-satunya lembaga yang memiliki hak untuk mengedarkan uang di Indonesia. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya BI dipimpin oleh Dewan Gubernur. Sejak 2013, Agus Martowardojo menjabat sebagai Gubernur BI menggantikan Darmin Nasution.

Bank umum konvensional

Bank pemerintah

Bank pemerintah adalah bank yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Berikut ini adalah daftar bank pemerintah, yaitu:

  1. Bank Mandiri (sebelum 1998 adalah Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, Bank Pembangunan Indonesia)

  2. Mutiara Bank (sebelum tanggal 16 September 2009 bernama “Bank Century“/”Bank CIC”, penyertaan saham sementara oleh Pemerintah Indonesia melalui LPS)

  3. Bank Negara Indonesia

  4. Bank Rakyat Indonesia

  5. Bank Tabungan Negara

Bank swasta

Bank swasta adalah bank dimana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional serta akte pendiriannya pun didirikan oleh swasta, pembagian keuntungannya juga untuk swasta nasional. Bank swasta dibedakan menjadi 2 yaitu:

Bank swasta nasional devisa

  1. Bank BRI Agroniaga, sebelumnya dikenal sebagai “Bank Agroniaga”

  2. Bank Anda (Surabaya), sebelumnya dikenal sebagai “Bank Antar Daerah”

  3. Bank Artha Graha Internasional, sebelum bulan Mei 2005 bernama “Bank Interpacific”

  4. Bank Bukopin

  5. Bank Bumi Arta

  6. Bank Capital Indonesia

  7. Bank Central Asia

  8. Bank CIMB Niaga, sebelum tanggal 15 Oktober 2008 bernama “Bank Niaga” dan “Bank Lippo

  9. Bank Danamon Indonesia

  10. Bank Ekonomi Raharja

  11. Bank Ganesha

  12. Bank Hana, sebelum tanggal 17 Maret 2008 bernama “Bank Bintang Manunggal”

  13. Bank Himpunan Saudara 1906 (Bandung)

  14. Bank ICBC Indonesia, sebelumnya bernama “Bank Halim Indonesia”

  15. Bank Index Selindo

  16. Bank Maybank Indonesia, sebelumnya bernama “Bank Internasional Indonesia”

  17. Bank Maspion (Surabaya)

  18. Bank Mayapada

  19. Bank Mega

  20. Bank Mestika Dharma (Medan)

  21. Bank Metro Express

  22. Bank MNC Internasional, sebelum tanggal 27 Oktober 2014 bernama “Bank ICB Bumiputera”/sebelumnya bernama “Bank Bumiputera Indonesia”

  23. Bank Nusantara Parahyangan (Bandung)

  24. Bank OCBC NISP, sebelum tanggal 7 Februari 2011 bernama “Bank NISP”

  25. Bank of India Indonesia, sebelum tanggal 17 November 2011 bernama “Bank Swadesi”

  26. Panin Bank

  27. Bank Permata, sebelum tanggal 18 Oktober 2002 bernama “Bank Bali”

  28. Bank QNB Kesawan, sebelum tanggal 12 Desember 2011 bernama “Bank Kesawan”

  29. Bank SBI Indonesia, sebelum tanggal 30 April 2009 bernama “Bank Indo Monex”

  30. Bank Sinarmas, sebelumnya bernama “Bank Shinta Indonesia”

  31. Bank UOB Indonesia, sebelum tanggal 19 Mei 2011 bernama “Bank UOB Buana”/sebelumnya bernama “Bank Buana Indonesia”

Bank swasta nasional nondevisa

  1. Anglomas Internasional Bank (Surabaya)

  2. Bank Andara, sebelum tanggal 30 Januari 2009 bernama “Bank Sri Partha”

  3. Bank Artos Indonesia (Bandung)

  4. Bank Bisnis Internasional (Bandung)

  5. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Bandung)

  6. Centratama Nasional Bank (Surabaya)

  7. Bank Sahabat Sampoerna

  8. Bank Fama Internasional (Bandung)

  9. Bank Harda Internasional

  10. Bank Ina Perdana

  11. Bank Jasa Jakarta

  12. Bank Kesejahteraan Ekonomi

  13. Bank Dinar Indonesia

  14. Bank Mayora

  15. Bank Mitraniaga

  16. Bank Multi Arta Sentosa

  17. Bank Nationalnobu, sebelum tanggal 12 November 2008 bernama “Bank Alfindo Sejahtera”

  18. Prima Master Bank

  19. Bank Pundi Indonesia, sebelum tanggal 23 September 2010 bernama “Bank Eksekutif Internasional”

  20. Bank Royal Indonesia

  21. Bank Sahabat Purba Danarta (Semarang), sebelum tanggal 16 September 2009 bernama “Bank Purba Danarta”

  22. Bank Sinar Harapan Bali

  23. Bank Victoria Internasional

  24. Bank Yudha Bhakti

Bank pembangunan daerah

Bank pembangunan daerah adalah bank yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah Provinsi.

  1. Bank BPD Aceh (Banda Aceh)

  2. Bank Sumut (Medan)

  3. Bank Nagari (Padang)

  4. Bank Riau Kepri (Pekanbaru), dahulu dikenal sebagai Bank Riau

  5. Bank Jambi (Jambi)

  6. Bank Bengkulu (Kota Bengkulu)

  7. Bank Sumsel Babel (Palembang), dahulu dikenal sebagai Bank Sumsel

  8. Bank Lampung (Bandar Lampung)

  9. Bank DKI (Jakarta)

  10. Bank BJB (Bandung), dahulu dikenal sebagai Bank Jabar atau Bank Jabar Banten atau BPD Jawa Barat.

  11. Bank Jateng (Semarang)

  12. Bank BPD DIY (Yogyakarta)

  13. Bank Jatim (Surabaya)

  14. Bank Kalbar (Pontianak)

  15. Bank Kalteng (Palangka Raya)

  16. Bank Kalsel (Banjarmasin)

  17. Bank Kaltim (Samarinda)

  18. Bank Sulsel (Makassar)

  19. Bank Sultra (Kendari)

  20. Bank BPD Sulteng (Palu)

  21. Bank Sulut (Manado)

  22. Bank BPD Bali (Denpasar)

  23. Bank NTB (Mataram)

  24. Bank NTT (Kupang)

  25. Bank Maluku (Ambon)

  26. Bank Papua (Jayapura), dahulu dikenal sebagai BPD Irian Jaya

Bank campuran

Bank campuran adalah bank umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih bank umum yang berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh WNI (dan/atau badan hukum Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh WNI), dengan satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri.

  1. Bank ANZ Indonesia, sebelum 12 Januari 2012 bernama “ANZ Panin Bank”

  2. Bank Commonwealth

  3. Bank Agris, sebelum 5 September 2008 bernama “Bank Finconesia”

  4. Bank BNP Paribas Indonesia

  5. Bank Capital Indonesia

  6. Bank Chinatrust Indonesia

  7. Bank DBS Indonesia

  8. Bank KEB Indonesia

  9. Bank Mizuho Indonesia

  10. Bank Rabobank International Indonesia

  11. Bank Resona Perdania

  12. Bank Sumitomo Mitsui Indonesia

  13. Bank Windu Kentjana International, sebelum tanggal 7 Februari 2008 bernama “Bank Multicor”

  14. Bank Woori Indonesia, sebelum bulan Februari 2002 bernama “Bank Hanvit Indonesia”

Bank asing

  1. Bank of America

  2. Bangkok Bank

  3. Bank of China

  4. Citibank

  5. Deutsche Bank

  6. HSBC

  7. JPMorgan Chase

  8. Standard Chartered

  9. The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ

Bank umum syariah

Bank swasta nasional devisa

  1. Bank BNI Syariah

  2. Bank Mega Syariah

  3. Bank Muamalat Indonesia

  4. Bank Syariah Mandiri

Bank swasta nasional nondevisa

  1. BCA Syariah, dahulu bernama “Bank UIB”

  2. Bank BJB Syariah

  3. Bank BRI Syariah, dahulu bernama “Bank Jasa Arta”

  4. Panin Bank Syariah, dahulu bernama “Bank Harfa”

  5. Bank Syariah Bukopin, dahulu bernama “Bank Persyarikatan Indonesia”

  6. Bank Victoria Syariah, dahulu bernama “Bank Swaguna”

Bank campuran

  1. Bank Maybank Syariah Indonesia, dahulu bernama “Bank Maybank Indocorp”

  2. Bank of Amerika (Bofa)(NYSE: BAC TYO: 8648, Bankofamerica.com kantor pusat Charlotte, Carolina Utara”

Unit usaha syariah bank umum konvensional

Bank pemerintah

Bank swasta nasional devisa

  1. Bank Danamon Syariah

  2. CIMB Niaga Syariah

  3. BII Syariah

  4. OCBC NISP Syariah

  5. Bank Permata Syariah

Bank pembangunan daerah

  1. Bank Nagari Syariah

  2. Bank BPD Aceh Syariah

  3. Bank DKI Syariah

  4. Bank Kalbar Syariah

  5. Bank Kalsel Syariah

  6. Bank NTB Syariah

  7. Bank Riau Kepri Syariah

  8. Bank Sumsel Babel Syariah

  9. Bank Sumut Syariah

  10. Bank Kaltim Syariah

Bank asing

Bank perkreditan rakyat

BPR adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. Per tanggal 18 Desember 2011, terdapat 1.683 BPR yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.[2]

Bank yang telah berhenti beroperasi

  1. American Express (dicabut izin usaha sejak tanggal 24 Februari 2009)

  2. Bank Artha Graha (merger dengan Bank Interpacific)

  3. Bank Arta Niaga Kencana (merger dengan Bank Commonwealth sejak tanggal 10 Desember 2007)

  4. Artamedia Bank (merger dengan Bank Permata)

  5. Bank Asia Pacific

  6. Bank Asiatic (ditutup sejak tanggal 8 April 2004)[3]

  7. Bank Bahari

  8. Bank Barclays Indonesia (dicabut izin usaha sejak tanggal 7 Juli 2011, dahulu bernama “Bank Akita”)

  9. Bank Dagang Bali (ditutup sejak tanggal 8 April 2004)[3]

  10. Bank Dai-Ichi Kangyo Indonesia (merger dengan Bank Mizuho Indonesia)

  11. Bank Danpac (merger dengan Bank CIC)

  12. Bank Dharmala

  13. Bank Duta (merger dengan Bank Danamon)

  14. Bank Ekspor Indonesia (dicabut izin usaha sejak tanggal 1 September 2009, menjadiLembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia)

  15. Bank Ficorinvest

  16. Bank Global International (ditutup sejak tanggal 13 Januari 2005)

  17. Bank Haga (merger dengan Bank Rabobank International Indonesia sejak tanggal 24 Juni 2008)

  18. Bank Hagakita (merger dengan Bank Rabobank International Indonesia sejak tanggal 24 Juni 2008)

  19. Bank Harapan Sentosa

  20. Bank Hastin

  21. Bank IBJ Indonesia (merger dengan Bank Mizuho Indonesia)

  22. Bank IFI (dicabut izin usaha sejak tanggal 17 April 2009)

  23. Bank Indonesia Raya

  24. ING Indonesia Bank (ditutup sejak tanggal 6 Oktober 2004)

  25. Bank Intan

  26. Jayabank International (merger dengan Bank Danamon)

  27. Keppel Tat Lee Buana Bank (merger dengan Bank OCBC NISP (lama) kemudian berubah menjadi Bank OCBC Indonesia)

  28. Lippo Bank (merger dengan Bank CIMB Niaga sejak tanggal 15 Oktober 2008)

  29. Bank Mashill

  30. Bank Merincorp (ditutup sejak tanggal 7 Agustus 2003)

  31. Bank Metropolitan

  32. Bank Modern

  33. Bank Nusa Nasional (merger dengan Bank Danamon)

  34. Bank OCBC Indonesia (merger dengan Bank OCBC NISP sejak tanggal 7 Februari 2011)

  35. Bank Papan Sejahtera

  36. Bank Paribas-BBD Indonesia (ditutup sejak tanggal 5 Februari 2011, operasional bergabung dengan Bank BNP Paribas Indonesia)

  37. Bank Patriot (merger dengan Bank Permata)

  38. Bank Pelita

  39. Bank Pikko (merger dengan Bank CIC)

  40. Bank Pos Nusantara (merger dengan Bank Danamon)

  41. Bank Prasidha Utama (ditutup sejak tanggal 20 Oktober 2000)

  42. Prima Express Bank (merger dengan Bank Permata)

  43. Bank Putera Multikarsa

  44. Bank Rama (merger dengan Bank Danamon)

  45. Bank Ratu (ditutup sejak tanggal 20 Oktober 2000)

  46. Bank Risjad Salim Internasional (merger dengan Bank Danamon)

  47. Bank Sakura Swadharma (merger dengan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia)

  48. Bank Societe Generale Indonesia (ditutup sejak tanggal 25 April 2003)

  49. Bank Summa

  50. Bank Surya

  51. Bank Tamara (merger dengan Bank Danamon)

  52. Bank Tata

  53. Bank Tiara (merger dengan Bank Danamon)

  54. Tokai Lippo Bank (merger dengan Bank UFJ Indonesia)

  55. Bank UFJ Indonesia (dicabut izin usaha sejak tanggal 5 Oktober 2006, operasional bergabung dengan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ)

  56. Bank UOB Indonesia (merger dengan Bank UOB Buana sejak tanggal 10 Juni 2010)

  57. Bank Umum Nasional

  58. Bank Umum Servitia

  59. Bank Unibank (ditutup sejak tanggal 29 Oktober 2001)

  60. Bank Universal (merger dengan Bank Permata)

  61. Bank Windu Kentjana (merger dengan Bank Multicor sejak tanggal 18 Desember 2007)

Referensi

  1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992

  2. Jumlah Bank Perkreditan Rakyat di Indonesia – Bank Sentral Republik Indonesia

  3. BI Likuidasi Bank Asiatic dan Bank Dagang Bali

  4. Daftar bank di situs web resmi Bank Indonesia:

  5. Daftar alamat bank di situs web resmi Bank Indonesia

  6. Direktori bank di Indonesia

This post is also available in: English