KESESUAIAN LAHAN PERKEBUNAN SAWIT KABUPATEN KONAWE UTARA

PENILAIAN KESESUAIAN LAHAN PERKEBUNAN SAWIT

PENILAIAN KESESUAIAN LAHAN PERKEBUNAN SAWIT KABUPATEN KONAWE UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

RAPID ASSESSMENT

 

KESESUAIAN LAHAN PERKEBUNAN SAWIT KABUPATEN KONAWE UTARA

KESESUAIAN LAHAN PERKEBUNAN SAWIT KABUPATEN KONAWE UTARA

Tentang Laporan

Laporan ini disusun atas penugasan Simpul Komunikasi Sawit Berkelanjutan Konawe Utara kepada Transformasi untuk Keadilan Indonesia (TuK INDONESIA), Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP), dan Komunitas TERAS.

 

Tentang TuK INDONESIA

Organisasi masyarakat sipil berbentuk perkumpulan dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia, regional, dan internasional yang berusaha mendorong solusi dan pilihan politik bagi kelompok rentan, masyarakat lokal, dan masyarakat adat untuk mengamankan dan melindungi Hak Asasi Manusia (HAM), akses keadilan, dan penentuan nasib sendiri.

 

Tentang JKPP

Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP) merupakan wadah bersama bagi Organisasi Non Pemerintah (ORNOP) dan Organisasi Rakyat dalam pencapaian tegaknya kedaulatan rakyat atas ruang sebagai cita cita bersama. Dalam pelaksanaannya dikembangkan simpul-simpul belajar pemetaan partisipatif diberbagai tempat di Indonesia.

 

Tentang Komunitas

TERAS Organisasi non-pemerintah. Organisasi ini bertujuan untuk memajukan kehidupan komunitasnya dan masyarakat Sulawesi Tenggara secara umum melalui pendidikan, penguatan ekonomi dan konservasi.

 

Tentang Penulis

Laporan ini diteliti dan ditulis oleh TuK INDONESIA yaitu Linda Rosalina, Irlan, dan Muhamad Rizal, dengan kontribusi dari JKPP dan Komunitas TERAS. Kutipan dari laporan ini: Rosalina, Irlan, Rizal. 2021. Penilaian Kesesuaian Lahan Perkebunan Sawit Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara. Bogor: TuK INDONESIA.

 

Seperti daerah-daerah lain di Indonesia, Kabupaten Konawe Utara memiliki tutupan sawit seluas 19 ribu ha atau 34 % dari total luasan tutupan sawit Sulawesi Tenggara pada 2020. Tutupan sawit yang cukup luas tersebut dapat berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar maupun peningkatan penerimaan negara dalam sektor pajak. Rendahnya produktivitas sawit menjadi salah satu permasalahan praktek pengelolaan kebun di Konut. Sebab, optimalisasi manfaat dari perkebunan kelapa sawit harus didukung oleh produktivitas sawit yang meningkat.

 

Tujuan dan Manfaat

Memperbaiki sistem manajemen lahan kelapa sawit oleh perusahaan; Memperbaiki sistem pengusahaan tanaman sawit melalui pemungutan pajak yang efisien dan efektif oleh pemerintah daerah; Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membantu pemerintah dalam pengawasan proses manajemen lahan dan pungutan pajak.

 

Kesimpulan

Kesimpulan dalam assessment ini adalah sebagai berikut:

 

  1. Produktivitas sawit di Konawe Utara yang rendah bukan disebabkan oleh lahan yang tidak sesuai.

  2. Tingkat kesesuaian lahan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Konawe Utara didominasi oleh kelas sesuai.

  3. Terdapat beberapa lahan perkebunan kelapa sawit yang berada pada kelas N2 yaitu kelas yang tidak sesuai permanen. Faktor pembatas dari ketidaksesuaian secara permanen didominasi oleh faktor yang tidak dapat lagi diperbaiki seperti kondisi lereng (>30%).

  4. Total potensi penerimaan pajak perkebunan kelapa sawit Kabupaten Konawe Utara untuk PBB dan PPN masing-masing Rp. 1.006.268.066,03,- dan Rp 11.073.658.991,82,-.

 

 

Laporan ini dapat diunduh DISINI

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *